IBX59B0D3DA3CA65

Kenapa Tetap Pakai e-Toll Meskipun Ada Petugas? Inilah Alasannya!

Belakangan ini ada sebuah insiden yang mungkin membuat pengendara jalur tol bingung, termasuk Anda. Ya, itu tentang seorang pengendara yang berdebat dengan seorang petugas gardu tol karena si pengendara ngotot tidak ingin memberikan e-Toll miliknya ke petugas. Si pengendara berpendapat bahwa kalau sudah pakai e-money, tidak butuh lagi ada petugas.

e-Toll

Si petugas juga melakukan pembelaan bahwa pembayaran atau transaksi di gardu tol tidak lagi bisa menggunakan uang tunai, harus dengan non tunai (e-money). Pengendara lain di belakang juga ngotot tidak ingin menyerahkan e-money miliknya. Mungkin juga mereka khawatir jika hal ini termasuk manipulasi atau kedok kejahatan dalam penggunaan e-money.

Kenapa harus pakai e-Toll di GTO sementara kan sudah ada petugas yang menjaga? Bukankah cukup dengan memberi uang tunai saja? Perlu Anda ketahui, saat ini pihak penyelenggara tol sudah tidak memberlakukan lagi sistem tunai. Oleh karena itu, Anda diharuskan untuk menggunakan e-money di gardu tol. Jika tidak, maka Anda tidak bisa lewat.

Bagaimana dengan insiden di atas siapa yang benar dan siapa yang salah? Menurut D. Heru, AVP Corporate Communication dari Jasa Marga, menjelaskan bahwa transaksi di gardu tol memang tidak boleh lagi pakai uang tunai. Sangat rawan. Di sana harus pakai e-money agar transaksi lebih cepat, menghindari uang palsu, dan menghindari kesalahan uang kembalian.

Dengan demikian si pengendara seharusnya membayar dengan e-money miliknya. Lalu, kenapa ada petugas di gardu tol? Apakah petugas itu resmi? Heru menambahkan bahwa sejumlah gerbang tol yang melayani e-money memang masih dijaga petugas. Meskipun sudah memberlakukan e-money 100%, keberadaan petugas ialah sebagai media informasi.

Heru melanjutkan bahwa saat ini masih dalam masa transisi di mana tidak semua orang paham mengenai transaksi atau hal-hal yang berhubungan dengan transaksi non tunai. Oleh karena itu, keberadaan petugas di gardu tol ialah resmi dan itu merupakan bagian dari pelayanan kepada pengendara untuk mendapatkan informasi secara utuh dan benar.

Mungkin Anda belum tahu bahwa aturan untuk semua gerbang tol sudah wajib menggunakan e-money, meskipun baru berlaku pada 31 Oktober 2017. Namun, Jasa Marga berpegang teguh pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 16/PRT/M/2017 yaitu mewajibkan 60% gerbang tol untuk menerapkan transaksi elektronik dan itu sudah harus tercapai pada akhir September.

Pihak Jasa Marga juga menambahkan bahwa setiap pengendara harus menggunakan e-money. Bagi yang tidak punya, silahkan beli. Pengendara yang tidak mau pakai non tunai maka itu sama melanggar aturan.

Bagaimana? Apakah sekarang Anda sudah paham kenapa harus menggunakan e-money di GTO meskipun ada petugas? Ya, mungkin Anda ingin tahu tentang ini karena waspada terhadap oknum-oknum yang melakukan tindak kejahatan di gardu tol. Namun, setelah penjelasan tersebut, tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk tidak menggunakan e-money.

0 Response to "Kenapa Tetap Pakai e-Toll Meskipun Ada Petugas? Inilah Alasannya!"

Post a Comment